Fakta Atlet Esport

Banyak fakta atlet eSport membuktikan mereka bisa menghasilkan uang sampai milyaran rupiah hanya dengan bermain game saja. Sehingga hal ini menimbulkan anggapan beberapa orang bahwa bisa menjadi seorang gamer profesional adalah hal yang menantang. Hampir setiap orang saat ini bermimpi menjadi seorang atlet eSport profesional.

Apalagi banyak fakta membuktikan bahwa beberapa atlet eSport berhasil hidup lebih dari cukup dengan bermain game online saja. Bahkan penghasilannya begitu menggiurkan bagi sebagian besar orang. Salah satu atlet eSport yang berpenghasilan tinggi dan terkenal adalah Jess No Limit atau Justin Tobias.

Dia adalah bintang Mobile Legends yang berasal dari EVOS eSports team. Sehingga hal ini membuat para anak muda hanya melihat keuntungannya saja menjadi atlet eSport. Padahal untuk menjadi atlet eSport yang sukses itu resikonya tinggi. Di bawah ini beberapa tantangan jika ingin menjadi gamer pro.

Fakta 1: Atlet eSport Itu Tuntutannya Tinggi!

Fakta atlet eSport profesional adalah Anda harus tahu bahwa untuk bisa berpenghasilan tinggi, tuntutannya juga banyak! Jangan dikira menjadi atlet eSport mudah. Namun Anda masih harus bekerja keras supaya bisa menonjol diantara para pemain yang lainnya. Resiko dan tantangan berupa tuntutan ini jangan diabaikan.

Bahkan meskipun sudah banyak orang menggeluti game sejak kecil ternyata belum bisa menjadikannya sebagai profesi. Seperti atlet olahraga pada umumnya, keberhasilan menjadi seorang atlet eSport ini tergantung dari prestasinya. Bila bisa menduduki peringkat atas, reputasinya pasti meningkat sehingga nama Anda akan diperhitungkan.

Begitu pula sebaliknya, bila sering kalah tidak akan ada orang yang mengenal Anda. Maka dari itulah anggaplah menjadi atlet eSport itu seperti bermain sepak bola internasional. Disaat Anda menang, otomatis bisa mendapat peluang mengikuti liga besar dan mendapat hadiah begitu juga sebaliknya.

Fakta 2: Belum Tentu Jadi Kaya Saat menjadi Atlet eSports

Meskipun banyak fakta atlet eSport yang membuktikan bisa menghasilkan banyak uang. Namun tidak semua atlet eSport yang profesional itu karirnya stabil. Anda tidak dapat hanya mengandalkan kemenangan dalam ajang turnamen saja, namun ada saatnya pasti bisa gagal menjadi juara perlombaan.

Beruntungnya saat ini banyak organisasi eSport yang reputasinya besar memberikan fasilitas untuk para atletnya, seperti ada tunjangan kesehatan, gaji pokok, dll. Namun meskipun begitu tentunya ini masih kurang. Mengingat pemasukan gamer Indonesia tidak sebanyak atlet yang ada di luar negeri.

Baca juga: Cara Bermain League Of Legends Dan Strategi Yang Tepat

Jika membahas angkanya, umumnya gamer profesional di US bisa mendapatkan gaji senilai Rp 1,1 M per tahun. Itu artinya gaji setiap bulannya bisa mencapai Rp 90 juta/ bulan. Angka ini belum digunakan untuk atlet Indonesia. Mungkin hanya ada beberapa pemain saja yang berhasil go internasional.

Fakta 3: Karir Atlet eSport Relatif Berjangka Pendek

Banyak orang terkejut disaat mendengar berita tentang anak yang usianya masih belasan tahun namun bisa mendapatkan penghasilan hanya dari bermain game online saja. Banyak yang mengira dengan usia yang belum produktif kerja bisa membuatnya kaya. Namun ingatlah berkarir dalam dunia eSport berbeda dengan olahraga konvensional.

Kemampuan berpikir cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Umumnya jangka waktu menjadi atlet eSport di antara usia 17 hingga 25 tahun. Artinya ada 8 tahun untuk mereka bisa berkompetisi dengan baik saat kondisi fisiknya stabil. Seperti itulah fakta atlet eSport yang harus diperhatikan sebelum terjun ke dunianya.