Pasar Esports Mobile Legends

Belakangan ini pasar eSport mobile legends terbesar dimenangkan Indonesia. Hal ini dikarenakan banyak atlet eSport dari Indonesia berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan ditingkat dunia. Tak heran bila dengan prestasinya itulah membuat Indonesia berpeluang besar di pasar eSport.

Peluang Indonesia sebagai pasar eSport berkelas dunia dikarenakan adanya game Mobile Legends. Itulah sebabnya Indonesia sangat populer dengan eSportnya. Karena di ajang eSport internasional tersebut didominasi oleh tim dari Indonesia. Bahkan dalam 2 ajang eSports berkelas internasional dulu pernah diakhiri dengan Indonesian final.

Saat itu MSC 2019 menghadirkan ONIC dengan Louvre dalam Grand Final. Bahkan sejumlah pemain Mobile Legends dari Turki turut memperhatikan MPL dari Indonesia supaya bisa mempelajari skill dan strategi permainannya. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa Indonesia memiliki pasar eSport mobile legends yang besar:

Indonesia Mampu Melakukan Penetrasi Pasar Gamer

Membesarkan jumlah pemain game dan ekosistem eSport menjadi perdebatan besar diantara para publisher. Mobile Legends yang ada di Indonesia memiliki ekosistem dari para komunitasnya. Beberapa dari mereka mulai membicarakan Mobile Legends via media sosial dan angka retentionnya bagus. Ini membuktikan jumlah gamer yang memainkannya banyak.

Bahkan sampai sejauh ini, Indonesia memiliki fans eSport Mobile Legends dan jumlah pemain terbanyak. Jumlah penonton Indonesia bisa mencapai melebihi dari 5x lipat dari mereka yang melihatnya secara streaming menggunakan bahasa Inggris. Jumlah pemain yang masif menjadikan ekosistemnya meningkat dan tidak pernah kekurangan talenta berbakat.

Selain itu, pemain Mobile Legends dari Indonesia juga yang membuat ekosistemnya semakin dinamis daripada game pada umumnya. Karena dibandingkan game eSport lainnya yang mulai kehabisan pemain baru, justru Mobile Legends tidak seperti itu. Jumlah pemain barunya selalu bertambah setiap waktu.

Indonesia Memenuhi Standarisasi Ekosistem Esports

Tidak hanya itu saja, Indonesia punya pasar eSport mobile legends karena mampu memenuhi standarisasi ekosistemnya. Konsep MPL pertama kali di Indonesia menggunakan ID S1. Selanjutnya MPL mulai dijalankan di Malaysia dan Singapura. Setelah itu mulai berlanjut ke Myanmar dan Filipina.

Indonesia adalah negara pertama yang memiliki sistem turnamen berbentuk franchise pada mobile game. Bila sistem franchise ini dijalankan di negara yang lain, Indonesia sering dijadikan sebagai tolak ukur untuk game mobile. Standarisasi ekosistem eSport ini sangat penting untuk menentukan kualitas pemainnya.

Hal ini bisa dilihat dari ajang M1 World Championship yang memiliki 2 tim non MPL saja. Dimana mereka hanya bisa lolos dari babak Playoff, VEC Fantasy Main, dan 10S gaming. Berbicara tentang aspek kompetitifnya, setiap negara memiliki standar kompetisi yang bisa mempengaruhi kualitas pemainnya.

Indonesia Tempatnya Pasar Atlet Esports Internasional

Sampai sejauh ini hanya ada beberapa pemain dari Indonesia yang berhasil lolos sampai ke luar negeri, BnTeT. Mereka bermain untuk Tyloo, tim Tiongkok, atau InYourDream dalam divisi DOTA 2 dimana sebelumnya pernah mencoba TNC Tigers atau Fnatic juga. MPL Indonesia sempat menghadirkan sejumlah pemain dari luar negeri.

Baca juga: Wajib Tahu, Inilah Build Item Silvanna Si Pendatang Baru!

Tentu saja Indonesia tidak sembarangan dalam menghadirkan pemain dari luar negeri. Ada beberapa hal yang diperhatikan saat membawa pemain dari luar negeri supaya memberikan keuntungan bagi Indonesia. Saat itu Indonesia menghadirkan SaSa dalam ajang pertandingan tertentu untuk bekerja sama dengan ONIC.

Lebih menariknya lagi adalah ternyata ada banyak pemain luar yang turut bertanding dalam liga Indonesia. Sebaliknya beberapa pemain MLBB Indonesia juga ada yang dibawa ke liga luar negeri. Namun meskipun begitu pasar eSport mobile legends di tingkat global masih memiliki PR.

Agen Poker ResmiBergabung Dan Bermain Di Situs Agen IDN POKER Resmi Akan Menjadikan Anda Jutawan Kaya Raya